Mempercepat Ketahanan Iklim Indonesia Melalui Pendekatan ESG

PT Mitra Rekayasa Keberlanjutan – Environmental, Social, and Governance (ESG) merupakan kerangka kerja evaluasi kinerja entitas berdasarkan keterkaitannya dengan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola. ESG memberikan pandangan yang lebih luas kepada investor dan pemangku kepentingan tentang kinerja non-finansial yang mencakup risiko dan peluang investasi. Pentingnya pertimbangan ESG menjadi krusial dalam mendukung usaha adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. 

ESG dalam Kaitannya dengan Adaptasi Perubahan Iklim

Dalam konteks adaptasi, ESG berfungsi sebagai panduan bagi entitas untuk membangun ketahanan terhadap dampak perubahan iklim. Aspek lingkungan dalam ESG mendorong entitas untuk mengadopsi praktik berkelanjutan dalam operasionalnya, seperti penggunaan sumber daya yang efisien. Hal ini perlu diwujudkan mengingat dampak perubahan iklim menyebabkan keterbatasan sumber daya. ESG juga memfasilitasi pembangunan infrastruktur yang tahan terhadap perubahan iklim. Dengan mempertimbangkan faktor lingkungan dan sosial, proyek infrastruktur dapat dirancang agar mampu menghadapi tantangan iklim yang semakin ekstrem.

Baca Juga : Era Baru Pariwisata: Mengadopsi ESG untuk Keberlanjutan

Tidak hanya itu, ESG memiliki fokus dalam interaksi entitas dengan masyarakat. Dalam hal adaptasi, ESG dapat membantu dalam membentuk resiliensi sosial, termasuk dukungan bagi komunitas yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Para investor semakin mempertimbangkan faktor ESG dalam pengambilan keputusan investasi. Entitas yang memiliki strategi ESG yang kuat dapat menarik lebih banyak dukungan finansial, yang pada akhirnya memperkuat upaya adaptasi.

Sumber: pexels.com

Mitigasi Perubahan Iklim Terakselerasi dengan ESG

Peran ESG dalam mitigasi perubahan iklim sangat penting dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca. ESG mendorong entitas untuk mengadopsi praktik pengurangan emisi karbon, penerapan teknologi ramah lingkungan, dan upaya lain untuk mengurangi dampak lingkungan. Entitas yang berfokus pada ESG cenderung memanfaatkan sumber energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. ESG juga mendorong perusahaan untuk mengadopsi praktik pengelolaan limbah yang lebih baik. 

Baca Juga : Ketahanan Iklim, SDGs dan NDC

Aspek tata kelola dalam ESG mencakup transparansi dan pelaporan yang lebih baik mengenai kinerja perusahaan. Dengan menyediakan informasi yang lengkap tentang emisi dan dampak lingkungan, perusahaan dapat lebih akuntabel dalam usaha mitigasi perubahan iklim. Perusahaan yang fokus pada praktik ESG yang baik, termasuk investasi dalam solusi rendah karbon, cenderung menarik lebih banyak dukungan finansial.

Sumber: Unsplash

Komitmen Mirekel dalam Implementasi ESG untuk Mewujudkan Ketahanan Iklim

PT Mitra Rekayasa Keberlanjutan (Mirekel) menyusun policy brief yang menekankan peran ESG untuk mengatasi perubahan iklim. Bersama Anwar Muhammad Foundation (AMF), policy brief berjudul “ESG dalam Parlemen sebagai Akselerasi Mewujudkan Ketahanan Iklim” menyasar parlemen. Hal ini dikarenakan parlemen memiliki fungsi yang strategis untuk bisa mempercepat integrasi ESG di indonesia.

Dengan memanfaatkan peran parlemen dalam implementasi ESG, Indonesia dapat segera menciptakan masa depan yang berkelanjutan melalui upaya meningkatkan ketahanan iklim. Parlemen harus meningkatkan kesadaran tentang ESG dalam tata kelolanya. Selain itu, parlemen dapat memperkuat regulasi dan menyinkronkan kerangka ESG. Parlemen juga dapat memanfaatkan laporan ESG dalam mengambil keputusan selama proses transformasi ini. 

Berikut link dibawah untuk mengunduh Policy Brief

Download Policy Brief

Author

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *