Aplikasi ESG di Dunia Olahraga dan Tantangannya

PT. Mitra Rekayasa Keberlanjutan – Aplikasi Enivronmental, Social, and Governance (ESG) dalam olahraga melibatkan langkah-langkah menuju keberlanjutan, inklusi sosial, dan transparansi, yang mempengaruhi segala aspek dari pertandingan hingga pengelolaan tim dan stadion. Dalam pembahasan ini, kita akan menjelajahi bagaimana praktik ESG telah diterapkan dalam berbagai cabang olahraga, tantangan yang dihadapi, serta dampak positif yang telah dihasilkan. 

Sejak Green Sports Alliance menginisiasi gerakan olahraga yang mengedepankan ESG dimana merupakan langkah pertama bidang olahraga masuk ke ranah ESG, barulah kemudian bermunculan tim-tim olahraga profesional dari berbagai cabang olahraga yang mulai memasukkan aspek ESG ke dalam organisasi mereka. Berikut ini adalah beberapa contoh tim-tim olahraga dari seluruh belahan dunia yang sudah menerapkan setidaknya satu dari tiga aspek ESG.

Sepakbola

sumber : adobe stock

  • Seattle Sounders

Tim sepak bola profesional ini telah mengadopsi berbagai inisiatif berkelanjutan, termasuk menggunakan energi terbarukan untuk stadion mereka, CenturyLink Field, dan mendukung program-program lingkungan dalam komunitas.

  • Aston Villa

Klub sepak bola Inggris ini telah melibatkan diri dalam upaya pengurangan plastik sekali pakai dan energi terbarukan di Villa Park.

  • Bayern Munich

Bayern Munich, salah satu klub sepak bola papan atas di Jerman, telah melakukan investasi dalam teknologi energi terbarukan untuk stadion mereka, Allianz Arena. Mereka juga telah mendukung inisiatif lingkungan, seperti pengurangan plastik sekali pakai di stadion dan kampanye kesadaran lingkungan.

  • Forest Green Rovers

Forest Green Rovers adalah salah satu tim sepak bola yang paling menonjol dalam menerapkan prinsip-prinsip ESG. Mereka dikenal sebagai “tim paling hijau di dunia” karena penggunaan energi terbarukan di stadion mereka, promosi diet vegan bagi pemain dan penonton, serta inisiatif daur ulang dan pengurangan limbah.

Baca Juga : ESG dan Olahraga: Sejarah dan Praktik

Bola Basket

sumber : adobe stock

  • Golden State Warriors

Golden State Warriors, tim basket profesional Amerika, telah meluncurkan berbagai program lingkungan dan sosial. Mereka berinvestasi dalam energi terbarukan, mendukung program pangan berkelanjutan, dan terlibat dalam inisiatif pendidikan dan kesehatan masyarakat.

  • Denver Nuggets

Salah satu anggota National Basketball Association (NBA) ini telah berfokus pada pengurangan jejak karbon mereka dengan berinvestasi dalam energi terbarukan dan pengurangan limbah plastik di arena mereka, Ball Arena.

  • Sacramento Kings

Tim basket ini telah berfokus pada energi terbarukan, efisiensi air, dan program sosial dalam berbagai inisiatif mereka di Golden 1 Center.

  • Miami Heat

Tim basket ini telah mengadopsi program efisiensi energi dan pengurangan limbah di arena mereka, AmericanAirlines Arena.

Baca Juga : mengapa Kita Perlu Membuat Olahraga Lebih Berkelanjutan

Olahraga lainnya

  • Philadelphia Eagles

Philadelphia Eagles adalah salah satu tim rugby Amerika yang telah aktif dalam menerapkan praktik ESG. Mereka telah mengadopsi berbagai inisiatif berkelanjutan, salahsatunya adalah penggunaan energi terbarukan di stadion mereka, upaya daur ulang dan pengurangan limbah, juga dukungan terhadap komunitas lokal melalui program-program sosial.

  • San Francisco 49ers

San Francisco 49ers, tim rugby Amerika lainnya, juga telah menerapkan berbagai program sosial dan lingkungan. Mereka telah berinvestasi dalam teknologi energi terbarukan di Levi’s Stadium dan terlibat dalam upaya lokal untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

  • Seattle Seahawks

Tim rugby Amerika ini telah menerapkan langkah-langkah keberlanjutan di CenturyLink Field, termasuk penggunaan energi terbarukan dan program daur ulang.

  • Racing 92

Klub rugby Prancis ini telah berkomitmen untuk menjadi lebih berkelanjutan dengan mengadopsi langkah-langkah untuk mengurangi jejak karbon dan meningkatkan efisiensi energi di stadion mereka.

  • Seattle Mariners

Seattle Mariners adalah tim bisbol profesional dari Amerika yang telah berkomitmen untuk menjadi lebih berkelanjutan. Mereka telah meluncurkan berbagai inisiatif, termasuk pengurangan sampah plastik di stadion, promosi penggunaan transportasi umum untuk penonton, dan kampanye penanaman pohon dalam upaya menjaga lingkungan.

  • Vancouver Canucks

Salah satu tim hoki es asal Amerika ini telah meluncurkan program pengurangan limbah dan kampanye kesadaran lingkungan di arena mereka, Rogers Arena.

  • Colorado Avalanche

Tim hoki es asal Amerika ini telah fokus pada pengurangan jejak karbon dan daur ulang dalam operasi mereka di arena, Ball Arena.

  • Los Angeles Dodgers

Tim bisbol ini telah bekerja untuk mengurangi dampak lingkungan melalui program pengurangan limbah, daur ulang, dan energi terbarukan di Dodger Stadium.

Namun dari sejumlah tim yang telah menerapkan ESG ke dalam organisasi mereka, masih terdapat tantangan-tantangan yang harus dihadapi khususnya oleh mereka yang menerapkan ESG di bidang olahraga. Diantara tantangan-tantangan yang harus dihadapi dan diatasi adalah sebagai berikut:

  • Biaya dan Sumber Daya:

Beberapa inisiatif ESG, seperti penggunaan energi terbarukan atau pengurangan limbah, bisa memerlukan investasi awal yang signifikan. Banyak organisasi olahraga, terutama yang lebih kecil atau berbasis komunitas, mungkin menghadapi keterbatasan anggaran untuk menerapkan langkah-langkah berkelanjutan.

  • Kesadaran dan Pendidikan:

Tidak semua orang atau organisasi di dunia olahraga mungkin memiliki pemahaman yang kuat tentang pentingnya ESG. Edukasi dan kesadaran tentang manfaat jangka panjang dari tindakan berkelanjutan dalam olahraga dapat menjadi tantangan.

  • Perubahan Budaya dan Kebiasaan:

Mengubah budaya dan kebiasaan di dalam organisasi olahraga bisa sulit. Jika praktik-praktik yang tidak berkelanjutan telah menjadi norma dalam industri tersebut, ada tantangan untuk mengubahnya dan meyakinkan semua pihak untuk mengadopsi praktik baru.

  • Kompleksitas Infrastruktur:

Stadion dan fasilitas olahraga memiliki infrastruktur yang kompleks, terutama yang telah ada sejak lama. Memperbarui infrastruktur ini untuk memenuhi standar ESG bisa menimbulkan tantangan teknis dan logistik.

  • Teknologi dan Inovasi:

Meskipun teknologi berkelanjutan semakin berkembang, ada tantangan terkait penerapan teknologi ini dalam olahraga. Terkadang, teknologi yang ramah lingkungan mungkin belum sepenuhnya matang atau terjangkau.

  • Ketergantungan pada Mitra dan Sponsor:

Banyak organisasi olahraga bergantung pada mitra dan sponsor untuk pendanaan. Jika mitra atau sponsor tidak memiliki komitmen terhadap ESG, ini dapat mempengaruhi kemampuan organisasi untuk menerapkan praktik berkelanjutan.

  • Kepentingan Kompetitif:

Dalam beberapa kasus, organisasi mungkin khawatir bahwa penerapan prinsip ESG dapat mengganggu kinerja kompetitif mereka. Ini bisa menjadi hambatan untuk mengambil langkah-langkah yang lebih berkelanjutan

  • Keseimbangan Pertandingan:

Dalam beberapa olahraga, ada pertimbangan tentang bagaimana menerapkan praktik berkelanjutan tanpa mengganggu aspek persaingan dan fair play.

  • Emisi Karbon:

Tak bisa dipungkiri hal terkait karbon akan terus menjadi perhatian masyarakat dunia. Tak terkecuali mereka yang telah menerapkan aspek ESG dalam tim/organisasinya. Karena olahraga profesional sangat dinamis dan memerlukan mobilisasi yang masif untuk keluar kota bahkan keluar negeri untuk bertanding. 

Melihat tantangan-tantangan yang ada, seharusnya menjadi semangat dan kerja bersama untuk mengatasi tantangan tersebut. Agar semakin banyak tim-tim di dunia yang sadar akan pentingnya ESG di dalam dunia olahraga yang secara tidak langsung dapat mengatasi satu per satu masalah atau tantangan yang ada.

 

Author

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *