Peran Serta PT. Mitra Rekayasa Keberlanjutan dalam Pengembangan EBTKE di Indonesia melalui Perencanaan ESG bagi STAL Technology milik PT Hydrotech Metals Indonesia (HMI)

Peran Serta PT. Mitra Rekayasa Keberlanjutan dalam Pengembangan EBTKE di Indonesia melalui Perencanaan ESG bagi STAL Technology milik PT Hydrotech Metals Indonesia (HMI)

PT. Mitra Rekayasa Keberlanjutan sebagai perusahaan yang memfokuskan diri pada kegiatan berupa layanan jasa konsultansi, advisory, pelatihan, hingga Technical Assistance di bidang lingkungan, sosial, tata kelola dan kolaborasi (Environment, Social, Governance (ESG) & Colaboration) meyakini pentingnya manajemen berbasis risiko pada beragam jenis sektor industri dan keuangan dalam sudut pandang pembangunan berkelanjutan. Salah satu bentuk nyata kontribusi MIREKEL bagi implementasi ESG pada sektor industri adalah keterlibatan MIREKEL dalam pengembangan EBTKE di Indonesia dalam Final Validation and Testing STAL Technology milik PT. Hydrotech Metals Indonesia (HMI) pada 6 April 2021 . MIREKEL berperan serta dalam kegiatan ini setelah diberi mandate dan amanah dari PT. HMI untuk menjadi konsultan bagi perencanaan dan pengembangan ESG pada STAL Technnology melalui program Green +.

Pada kesempatan tersebut, MIREKEL turut serta berkontribusi terhadap usulan peninjauan teknologi terbarukan dalam pengelolaan nikel melalui metode Step Temperature Acid Leach (STAL) yang mampu mengolah nikel menjadi end-product berupa baterai maupun bahan untuk penyimpanan energi yang lebih ramah lingkungan dan meminimalisir zat buangan. Aldi Muhammad Alizar, sebagai Direktur Utama MIREKEL menyampaikan pandangannya terkait STAL Technology dan Inisiasi ESG dalam acara tersebut melalui pemaparan presentasi. Beliau menyampaikan bahwa Isu ESG dalam pengelolaan industri ekstraktif termasuk nikel menjadi penting untuk dilakukan dengan meggunakan pendekatan SMART AND GREEN ENGAGEMENT. Smart and Green engagement dalam konteks ini menurut beliau merupakan sebuah kerangka partisipasi publik untuk mendukung dan memperkuat kebijakan terkait pengembangan STAL Technology sebagai bagian dari upaya peningkatan bauran EBTKE di Indonesia. Pendekatan ini kemudian diajukan dalam menyediakan transparansi informasi serta akuntabilitas dari implementasi pengelolaan dampak ESG bagi STAL Technology. Kerangka SMART and GREEN ENGAGEMENT dapat dilihat sebagai berikut :

Leave a Reply