Menuju Pemilu 2024: Urgensi Memilih Pemimpin Pro-Lingkungan

PT Mitra Rekayasa Keberlanjutan – Indonesia sedang merayakan demokrasi melalui masa pemilihan umum (pemilu). Tidak kurang dari lima jenis surat suara akan menghiasi TPU (Tempat Pemilihan Umum). Selain memilih presiden dan wakilnya, pemilih akan menentukan anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota pilihannya. Setiap keputusan individu menentukan bakal kepemimpinan yang akan membentuk arah masa depan Indonesia. 

Tahun 2024 membawa Indonesia pada titik kritis, di mana isu keberlanjutan dan perubahan iklim membutuhkan perhatian serius. Kebijakan dan komitmen iklim Indonesia masih mencerminkan usaha yang terbatas dan tidak sesuai dengan ambang batas kenaikan suhu 1,5°C. Berdasarkan sasaran dan kebijakan yang sedang diterapkan, proyeksi emisi menunjukkan peningkatan yang terus-menerus dengan potensi pemanasan global melebihi 4°C. Padahal, Indonesia berada di peringkat sepertiga teratas negara paling berisiko terhadap dampak perubahan iklim. 

Sumber: Climate Action Tracker

Melalui pemilu, penting untuk memilih pemimpin yang tidak hanya memiliki visi dan misi komprehensif, tetapi juga berkomitmen pada isu-isu lingkungan. Memilih pemimpin pro-lingkungan bukanlah pilihan, melainkan suatu kewajiban sebagai warga negara yang peduli akan masa depan alam Indonesia.

Baca Juga : ESG dalam Aksi: Mirekel Mendukung Inovasi Akademisi

Pentingnya Pemimpin Pro Lingkungan untuk Indonesia

Indonesia, sebagai negara yang dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa, sedang menghadapi fenomena kerusakan alam yang signifikan. Meskipun hidup di bawah bayang-bayang keindahan alam yang memukau, Indonesia terekspos masalah deforestasi, polusi, dan perubahan iklim. Memilih pemimpin yang pro-lingkungan adalah langkah awal yang vital memulihkan lingkungan Indonesia.

Pemimpin memiliki peran kunci dalam menanggapi isu lingkungan. Secara umum, pemimpin perlu memastikan bahwa tindakan iklim terintegrasi dalam setiap pengambilan keputusan. Hal ini mencakup sistem, termasuk hukum, regulasi, standar, dan insentif yang dapat diwujudkan melalui kebijakan. Sayangnya, banyak kebijakan perubahan iklim, baik di tingkat lokal maupun global, terhambat oleh minimnya kemauan politik

Terdapat banyak karakteristik pemimpin yang pro terhadap lingkungan. Pemimpin diharapkan dapat mengembangkan kebijakan yang memastikan pemanfaatan sumber daya terbarukan tetap dalam batas yang berkelanjutan. Selain itu, perlu dilakukan pencegahan eksploitasi dan promosi praktik keberlanjutan lingkungan. Pemimpin yang pro lingkungan seharusnya siap menghadapi tiga krisis planet, yaitu perubahan iklim, pencemaran, dan kehilangan biodiversitas. 

Tidak hanya itu, pemimpin perlu menyoroti perannya dalam membangun sistem politik dan ekonomi yang tidak merusak lingkungan. Ini mencakup pengembangan kebijakan yang mendukung transisi menuju ekonomi hijau dan mengurangi jejak ekologis. Pertumbuhan ekonomi seharusnya tidak hanya berfokus pada profitabilitas, tetapi juga pada keseimbangan ekologi.

Sumber: www.pexels.com

Mengambil Peran sebagai Pemilih yang Bijak

Tidak ada yang lebih memotivasi seorang kandidat pemimpin selain prospek untuk menang atau kalah. Oleh karena itu, pemilih perlu dibanjiri oleh warga negara yang mengonsiderasi isu lingkungan dan iklim. Hal ini menjadikan calon pemimpin “terpaksa” memberikan perhatian pada isu tersebut. 

Tidak dapat dipungkiri bahwa visi yang diusung oleh presiden ataupun perwakilan rakyat menjadi penentu arah penanganan isu lingkungan Indonesia. Dengan memilih pemimpin yang pro-lingkungan, pemilih dapat aktif berpartisipasi dalam membentuk masa depan Indonesia yang lebih hijau, biru, dan berkelanjutan.

Author

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *