Berinvestasi Secara Strategis dengan Sustainable Investment

Mirekel ID – Untuk memenuhi kebutuhan manusia yang semakin meningkat, berbagai perusahaan didirikan. Keberlangsungan perusahaan-perusahaan tersebut tidak hanya disokong oleh kemampuannya sendiri, melainkan oleh investasi perseorangan ataupun organisasi. Peran investor tersebut diambil dengan harapan mendapat keuntungan serta mendapat bagian dari upaya kontribusi perusahaan untuk negeri.

Berdalih menyediakan apa yang dibutuhkan masyarakat, terkadang beberapa perusahaan malah merugikan secara sosial dan lingkungan. Aktivitas yang sehari-hari dilakukan tidak memperlihatkan rasa tanggung jawab sama sekali. Keuntungan secara materi adalah satu-satunya yang dicari.

Mengenal Sustainable Investment

Sustainable Investment atau Socially Responsible Investment (SRI), sesuai dengan namanya, merupakan investasi yang menjunjung nilai keberlanjutan. Hal ini berarti bahwa investasi yang dilakukan pada perusahaan yang mampu memberikan tanggung jawabnya kepada sosial masyarakat maupun lingkungan. SRI merupakan sebuah pendekatan yang menyelaraskan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dengan keuangan.

Baca Juga : Gerakan Satu Juta Pohon untuk Biodiesel di Indonesia

Sustainable Investment menjadi strategi bagi para investor yang sadar akan peran perusahaan dalam memenuhi kebutuhan manusia. SRI menjadi penyaring atau pemilah perusahaan yang akan diberi investasi. Dengan SRI, investor bisa memastikan bahwa perusahaan tempatnya berinvestasi adalah perusahaan yang tepat. Perusahaan yang dimaksud adalah perusahaan yang etis dan menawarkan nilai-nilai yang bermanfaat terhadap masyarakat.

Sumber foto : Financial Analytics Blur

Bagaimana Memilih Perusahaan yang Tepat dalam SRI?

Dalam SRI, perusahaan dibedakan berdasarkan karakteristiknya, yaitu karakteristik positif dan negatif. Perusahaan dengan karakteristik positif dapat menjadi opsi investor untuk berinvestasi. Karakteristik tersebut dapat berupa perusahaan berupaya mensejahterakan masyarakat. Tidak hanya itu, perusahaan dengan karakteristik positif bisa berupa perusahaan yang mengikutsertakan komunitas sekitarnya dalam aktivitas perusahaan. Karakter positif lain bisa berwujud prinsip perusahaan yang bersedia memasok kebutuhan masyarakat.

Di sisi lain, karakter negatif merupakan sifat perusahaan yang dihindari oleh investor. Karakter-karakter tersebut di antaranya perusahaan menimbulkan kerusakan lingkungan. Karakter negatif yang dimaksud bisa perilaku mengeksploitasi manusia. Selain itu, perusahaan yang memproduksi produk yang berbahaya bagi kesehatan, seperti rokok, juga dicap sebagai perusahaan dengan karakteristik negatif.

Dari berbagai karakteristik yang ada, diperlukan metode yang efektif untuk bisa menentukan perusahaan manakah yang memenuhi kriteria SRI. Perusahaan-perusahaan yang terpilih pun bisa dijadikan opsi untuk berinvestasi. Secara umum, terdapat 3 cara menyeleksi perusahaan yang bisa dilakukan oleh investor.

  1. Negative Screens

Negative Screens mengandung bahwa arti investor memilih perusahaan untuk bisa dijadikan tempat berinvestasi dengan mengeliminasi perusahaan tertentu. Perusahaan yang di eliminasi adalah perusahaan yang berkarakteristik negatif. Parameter yang digunakan bisa berbeda-beda, bergantung pada prinsip yang dianut oleh investor. Sebagai contoh, investor peduli akan isu kesetaraan gender. Maka, perusahaan yang di eliminasi adalah perusahaan yang mengeksploitasi pekerja wanita.

  1. Positive Screens

Cara yang kedua berbanding terbalik dengan cara pertama. Positive Screens berarti bahwa investor memilih perusahaan dengan karakteristik positif. Misalnya, investor merupakan seseorang yang concern dengan pengembangan masyarakat. Maka, perusahaan yang dipilih adalah perusahaan yang memiliki beragam program CSR.

  1. Best of sector screens

Pada Best of Sector Screens, opsi perusahaan disusun peringkatnya sesuai bidangnya berdasarkan kriteria sosial dan lingkungan yang didefinisikan oleh investor. Nantinya akan didapatkan perusahaan yang memiliki penilaian tertinggi. Perusahaan itulah yang menjadi tempat investor berinvestasi.

Sumber foto : Job Office Team

Seseorang normalnya tidak ingin berinvestasi kepada perusahaan yang tidak etis. Perusahaan yang aktivitasnya malah memberikan dampak buruk kepada lingkungan sekitarnya patut di kecam keberadaannya. Saat ini, seharusnya tidak ada lagi perusahaan yang hanya mementingkan keuntungan dirinya sendiri tanpa bertanggung jawab secara sosial. Maka, penting bagi seorang investor atau pun masyarakat untuk memahami SRI sebagai dasar mendukung pemenuhan kebutuhan manusia secara berkelanjutan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.