Menagih Realisasi Ekonomi Hijau dalam Pemulihan Ekonomi 2022

Tahun 2022 merupakan tahun penuh harapan bagi kita semua. Pandemi covid-19 diharapkan reda sepenuhnya. Harapan tersebut juga diiringi dengan ekspektasi terjadinya pemulihan ekonomi di tahun yang baru ini. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2022 akan meningkat menjadi 4,7 – 5,5%. Di tahun 2021, pertumbuhan ekonomi hanya berkisar 3,2 – 4,0%. Perekonomian di Indonesia tahun 2022 akan disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor pertama tentu keberhasilan penanganan covid-19. Selain itu, penerapan reformasi struktural, pemulihan tingkat konsumsi masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi global juga mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, bagi banyak kalangan, pemulihan ekonomi diharapkan tidak dilakukan dengan cara yang konvensional, melainkan dengan realisasi ekonomi hijau.

 

Menelisik Ekonomi Hijau Lebih Jauh

Ekonomi hijau merupakan upaya Indonesia dalam menciptakan perekonomian yang menjunjung tinggi upaya perlindungan lingkungan. Hal ini merupakan usaha untuk mensinergikan aspek ekonomi dan lingkungan yang selama ini seakan-akan tidak bisa bersatu. Banyak kasus dimana semakin tingginya tingkat ekonomi maka semakin rendah kualitas lingkungan yang tercipta. Padahal, kedua hal ini bisa dipadupadankan dan selaras. Ekonomi bisa tumbuh dengan baik dan lingkungan tetap bisa terjaga.

Ekonomi hijau di Indonesia sejatinya ingin mencapai beberapa tujuan. Salah satu tujuannya yaitu meningkatkan kesadaran akan pentingnya transisi energi berbahan bakar fosil ke energi yang lebih ramah lingkungan. Tujuan kedua yaitu meningkatkan efisiensi energi sehingga tercapai dekarbonisasi. Selain itu, tujuan lain yaitu menguatkan kebijakan mitigasi perubahan iklim di Indonesia. Pada akhirnya, hal yang ingin diwujudkan dari ekonomi hijau adalah perekonomian yang mengemisikan gas rumah kaca seminimal mungkin.

Ekonomi hijau dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang memungkinkan Indonesia keluar dari middle income trap sebelum 2045. Ekonomi hijau juga bisa membuka peluang bagi investasi baru, terlebih Indonesia beberapa waktu terakhir mengalami penurunan tingkat investasi akibat covid-19.

 

Ekonomi Hijau Tidak Bisa Dihasilkan oleh Satu Pihak Saja

Membangun iklim ekonomi hijau tentu bukanlah suatu hal yang murah. Hal ini karena ekonomi hijau mencakup berbagai aspek kehidupan, sehingga prosesnya kompleks. Di Indonesia, dibutuhkan biaya sebesar Rp745 triliun per tahun untuk pengembangan ekonomi hijau. Maka dari itu, dibutuhkan sinergi berbagai pihak agar ekonomi hijau bisa terwujud.

Perwujudan ekonomi hijau sebagai upaya pemulihan ekonomi 2022 tidak bisa dijalankan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai kalangan. Pemerintah bisa menjadi sokongan utama dalam mewujudkan ekonomi hijau. Pemerintah telah memasukkan pembangunan rendah karbon (PRK) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024. Tahun 2022 adalah tahun pertengahan perwujudan target PRK tersebut. Tentu ini harus menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian yang selama ini dicapai. Kementerian Keuangan RI juga cukup andil dalam mewujudkan ekonomi hijau dalam pemulihan ekonomi 2022 ini. Kebijakan fiskal (APBN) tentunya menjadi katalisator pembangunan rendah karbon yang utama. Kemenkeu memberikan keringanan pajak kepada kegiatan-kegiatan yang berwawasan ekonomi. Pengurangan pajak, pembebasan bea masuk impor, ataupun keringanan lain diberikan kepada pengembangan panas bumi dan EBT. Tidak hanya itu, insentif pajak PPnBM sebesar 0% juga diberikan untuk kendaraan berbahan bakar listrik. Investasi hijau hanya bisa terjadi dengan keterlibatan pemerintah dalam menyusun kebijakan yang mendorong usaha hijau dan mitigasi risiko proyek hijau.

Bantuan lembaga internasional dan pihak swasta bisa menjadi dukungan dalam hal materi. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, perwujudan ekonomi hijau membutuhkan biaya yang besar. Tidak hanya itu, pihak swasta juga dapat membantu dengan praktik manajemen yang mengandung prinsip pertumbuhan hijau. Masyarakat tentu juga mengambil andil yang besar dalam ekonomi hijau. Mengkonsumsi produk hijau dan menerapkan pola hidup ramah lingkungan menjadi beberapa hal yang bisa dilakukan.

Menagih Realisasi Ekonomi Hijau dalam Pemulihan Ekonomi 2022_1
Sumber: Free Photo | Coin on wooden table on blurred nature (freepik.com)

 

Baca Juga : Sambutan Akhir Tahun 2021 Mirekel Indonesia

Penagihan Janji Realisasi Ekonomi Hijau

Pemulihan ekonomi pasca pandemi covid-19 diharapkan menjadi momentum yang tepat dalam mewujudkan praktik ekonomi hijau yang menyeluruh. Banyak hal yang perlu dilakukan bersama untuk mewujudkan hal tersebut. Masing-masing pihak, termasuk masyarakat secara individu perlu memahami perannya masing-masing. Di waktu yang akan datang, kita akan bisa melihat apakah janji realisasi ekonomi hijau bisa ditagih.

 

Sumber:

Anggraeni, Rika. (2021). Pengembangan Ekonomi Hijau, Bos OJK: RI Butuh Dana Rp745 Triliun Tiap Tahun – Finansial Bisnis.com

Bank Indonesia. (2021). BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 4,7-5,5% Tahun 2022

Bappenas. Indonesia Green Growth Program (bappenas.go.id)

IESR. Ekonomi Hijau – IESR

Pangastuti, Triyan. (2021). Bappenas: Ekonomi Hijau Dorong Pemulihan Ekonomi dan Keluarkan RI dari Middle Income Trap (investor.id)

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.