Energi Perempuan dalam Sektor Energi

Energi Perempuan dalam Sektor Energi

Mitra Rekayasa Lanjutan – Tiga hari yang lalu, tanggal 22 Desember, Indonesia memperingati Hari Ibu. Namun sejatinya, Hari Ibu dipersembahkan kepada perempuan Indonesia secara umum. Kongres Perempuan Indonesia yang menjadi dasar penentuan Hari Ibu ini bermaksud untuk memperbaiki nasib perempuan Indonesia. Diharapkan bahwa perbaikan ini terus dilakukan. Momentum Hari Ibu sangat cocok dijadikan sebagai ajang evaluasi peran perempuan dalam sektor energi.

Ketersediaan energi merupakan faktor pendukung perempuan produktif. Perempuan bisa melakukan pekerjaan rumah, seperti memasak, mencuci, menyetrika pakaian, karena adanya energi. Perempuan juga bebas melakukan pekerjaannya, seperti menulis, berkegiatan digital, menjahit, berkarya seni, dan lain-lain, karena didukung oleh energi.

Namun, perlu diingat bahwa perempuan juga berperan bagi kestabilan energi, terutama di Indonesia. Sektor energi memang salah satu sektor yang berbias gender. Bidang energi selalu dikaitkan dengan laki-laki. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa perempuan bisa mengambil andil yang lebih besar daripada peran laki-laki di sektor energi.

Berikut ini beberapa perempuan yang merupakan sosok inspiratif di balik kestabilan energi di Indonesia.

Maryam Karimah: Muslimah Bersinergi dalam Sektor Energi

Maryam Muthiah Karimah
Sumber: https://microgridconference.com/

Maryam Karimah merupakan salah satu perempuan inspiratif yang berperan di sektor energi. Sosoknya yang berhijab memberikan warna tersendiri bagi SDM yang bekerja sektor energi Indonesia. Ia merupakan Renewable Energy Technical Specialist dari NZMates. Menurutnya, perempuan yang mampu berperan di sektor energi mampu memberikan added value pada keputusan yang akan diambil.

Noormaya Muchlis: Menjadi Perempuan Pemberani di Sektor Energi

Noormaya Muchlis
Sumber: https://wimeindonesia.id/

Berpengalaman di sektor pertambangan dan energi selama 15 tahun menjadikan Noormaya mengamati betapa sektor ini masih didominasi laki-laki. Noormaya merasa bahwa keterwakilan perempuan di sektor pertambangan dan energi masih perlu ditingkatkan. Maka, Noormaya berinisiatif membentuk organisasi WIME (Women in Mining & Energy) Indonesia. Menurutnya, terdapat 4 pilar penting yang harus ditegakkan. Pendidikan, pengelolaan pengetahuan, kemitraan, dan engangement merupakan hal-hal yang bisa mendorong perwujudan kesetaraan gender di bidang yang digelutinya ini. Selain itu, beliau berpesan agar perempuan tidak takut berkontribusi di ranah yang didominasi laki-laki seperti sektor energi.

Baca Juga : Sepenting Apa Kebijakan dan Regulasi dalam Transisi Energi?

Andriah Febi Misna: “Peran Perempuan di Rumah Tangga Menjadi Modal Peran Perempuan di Sektor Energi”

Andriah Febi Misna
Sumber: https://ebtke.esdm.go.id/

Andriah Febi misna merupakan Direktur Bioenergi Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM. Menurutnya, peran perempuan di sektor energi Indonesia jarang muncul. Perempuan seharusnya memiliki peran strategis yang sama dengan laki-laki dalam upaya perkembangan transisi energi. Semua impian besar ini, menurut Andriah Febi Misna, bahkan bisa diawali dengan peran perempuan dalam keluarga. Peran perempuan dalam rumah tangga memberikan kesempatan untuk bisa lebih pagam karena ketersediaan energi sangat mempengaruhi pekerjaan perempuan di rumah.

Masih banyak tokoh-tokoh perempuan lain yang berkontribusi besar di sektor energi di Indonesia. Peran mereka dapat mewujudkan kestabilan energi yang lebih komprehensif. Maka, kita harus bersabar dalam menunggu upaya-upaya tokoh-tokoh perempuan untuk bisa unggul dalam sektor energi. Lebih jauh, kita juga bisa menjadi sosok-sosok yang berperan besar dalam industri energi di Indonesia.

 

Sumber:

Andriah Febi Misna. (2021). Indonesia – Perspective of Women towards Inclusive Energy Transition (aseanenergy.org)

IESR. (2021). Perempuan dan Energi: Memastikan Keadilan dan Kesetaraan Gender dalam Bidang Energi – IESR

WIME. (2021). Wime Indonesia

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.