Investasi ESG: Alam Lestari, Manusia Sejahtera, Transparansi Pasti

Investasi ESG: Alam Lestari, Manusia Sejahtera, Transparansi Pasti

Dinamika kehidupan merupakan suatu hal yang tidak dipungkiri terus terjadi. Permasalahan sosial, seperti kemiskinan, kriminalitas, masih belum bisa terselesaikan. Lingkungan semakin rusak. Krisis iklim terjadi sebagai dampak perilaku yang tidak bertanggung jawab dari manusia. Regulasi yang tidak konsisten dan menekan oleh pemerintah juga menjadi tantangan tersendiri. Pelanggaran keamanan privasi data juga merajalela. Krisis ekonomi juga acap kali dirasakan manusia. Hal-hal inilah yang sedang dihadapi oleh perusahaan saat ini. 

Dinamika-dinamika yang terjadi tentu berusaha untuk diselesaikan oleh perusahaan. Namun, meskipun bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tidak bisa dipungkiri bahwa tujuan utama perusahaan melakukan usahanya adalah untuk menghasilkan profit sebesar mungkin. Maka, perusahaan terkadang mengorbankan aspek-aspek tertentu untuk bisa menggaet keuntungan sebanyak mungkin.

Bagaimana cara perusahaan menghadapi kompleksitas yang terjadi merupakan pertimbangan seorang investor untuk berinvestasi di perusahaan tersebut. Hal ini karena investor tidak ingin saham yang ditanamkan berbuah sia-sia. Diperlukan banyak pertimbangan yang dipikirkan seorang investor untuk rela memposisikan dirinya dalam kepemilikan perusahaan.

 

ESG Menjadi Konsiderasi dalam Menghadapi Dinamika Perusahaan

Salah satu pendekatan yang bisa dilakukan oleh investor sebelum berinvestasi adalah dengan mempertimbangkan faktor ESG (Environment, Social, Governance). ESG merupakan faktor-faktor keberlanjutan dari sebuah perusahaan yang menjadi pertimbangan berinvestasi. ESG mencakup bagaimana perusahaan mengonsiderasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam menjalankan bisnisnya.

Walaupun latar belakang utama perusahaan melakukan usahanya adalah menggali keuntungan sebanyak mungkin, bukan hanya faktor finansial saja yang perlu dipertimbangkan perusahaan. Aspek lingkungan seharusnya mendapatkan perhatian lebih. Aspek sosial pun demikian, mengingat seharusnya suatu usaha dilakukan untuk menyejahterakan masyarakat. Tata kelola perusahaan juga penting sebagai sistem pertanggungjawaban mereka.

Faktor ESG yang pertama adalah environment atau lingkungan. Faktor ini berarti bahwa perusahaan memperhitungkan jejak karbon yang dihasilkannya. Aktivitas perusahaan, dari hulu hingga hilir, sangat berpotensi menimbulkan berbagai luaran yang tidak diinginkan. Emisi dan limbah adalah beberapa di antaranya. Bagaimana perusahaan mencoba meminimalisir emisi dan limbah yang diproduksi akan menjadi nilai tambahan yang diperhitungkan oleh investor.

Huruf S dalam ESG mewakili social atau sosial. Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang mementingkan sumber daya manusia dalam setiap prosesnya. Perusahaan menciptakan sebuah kondisi kerja yang bermanfaat bagi sumber daya manusia, baik secara internal ataupun eksternal. Hal ini bisa diwujudkan dengan perusahaan menciptakan sistem yang inklusif bagi pekerjanya. Selain itu, program perusahaan dibuat seberdampak mungkin bagi masyarakat sekitar.

Aspek ketiga dalam ESG dalam governance atau tata kelola. Seorang investor akan melihat bagaimana sistem kerja dari perusahaan. Hal ini bertujuan untuk menilai apakah perusahaan sejalan dengan prinsip yang mereka anut atau tidak. Selain itu, tata kelola perusahaan yang baik dalam bentuk transparansi akan menawarkan nilai lebih kepada investor. Bagaimana perusahaan patuh terhadap hukum serta bekerja efektif juga merupakan bentuk tata kelola perusahaan yang baik.

Picture112
Sumber: Top View Photo of People Having a Meeting · Free Stock Photo (pexels.com)

 

Baca Juga : Berinvestasi Secara Strategis dengan Sustainable Investment

Mengapa Investasi ESG Harus Menjadi Pilihan?

Berbagai keuntungan akan dapat diperoleh oleh perusahaan jika mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola. Keberlanjutan dapat diwujudkan dan beragam risiko bisa dihindari. Perusahaan juga dapat memiliki nilai tambah yang mampu meningkatkan daya saingnya.

Bagi investor, investasi ESG dapat menghindarkan mereka dari risiko kerugian. Tidak hanya itu, investasi mereka juga menjadi lebih bernilai karena mempertimbangkan banyak hal di samping keuntungan yang mereka dapatkan. Maka, investasi ESG ini sesungguhnya menawarkan keuntungan baik bagi perusahaan ataupun investor. Tidak ada lagi alasan untuk tidak menerapkan investasi ESG.

 

Sumber:

MSCI. ESG 101: What is Environmental, Social and Governance? – MSCI

Leave a Comment

Your email address will not be published.