Mengambil Peran dalam Sinergi Multi Pihak di Bidang ESG

Mirekel.ID – Dalam dunia bisnis yang terus berkembang, perhatian terhadap faktor-faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG) semakin mendalam. ESG bukan hanya menjadi tren, melainkan menjadi pondasi strategis yang esensial bagi kelangsungan dan pertumbuhan bisnis.

Peran kolaborasi antar pihak menjadi semakin menonjol, membentuk pondasi untuk mengintegrasikan praktik-praktik berkelanjutan dalam semua lapisan operasional perusahaan. Sejauh ini, ESG menjadi nilai jangka panjang dan memperkuat ikatan antara perusahaan, pemangku kepentingan, dan masyarakat secara luas.

Kolaborasi dalam Aspek Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola

Salah satu aspek utama ESG adalah menjaga kualitas dan mengatasi risiko lingkungan. Kolaborasi antar pihak menjadi kunci untuk merancang dan melaksanakan solusi yang mengarah pada pemeliharaan dan restorasi ekosistem. Dengan melibatkan berbagai pihak, mulai, kebijakan dan praktik yang mendukung pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan dapat tercipta.

Kolaborasi antar pihak dapat menghasilkan program-program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada kesejahteraan dan inklusi. Keterlibatan sektor swasta, pemerintah, dan organisasi nirlaba dapat menciptakan peluang ekonomi yang adil serta memastikan distribusi manfaat yang lebih merata.

Baca Juga: Gen Z dan Milenial Tak Lagi Minati Investasi ESG

Tanpa tata kelola yang baik, upaya pembangunan dapat terancam. Kolaborasi antar pihak membuka pintu bagi tata kelola yang lebih transparan dan efektif. Melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan memastikan bahwa kebijakan yang dihasilkan mencerminkan kebutuhan masyarakat secara keseluruhan. Inisiatif ini juga menciptakan lingkungan di mana akuntabilitas dan responsibilitas dapat diterapkan secara lebih efisien.

Sumber: Unsplash

Mirekel dalam Kolaborasi di Bidang ESG

PT Mitra Rekayasa Keberlanjutan (Mirekel) memiliki komitmen kuat dalam mengarusutamakan Environmental, Social, and Governance (ESG). Dalam upayanya, Mirekel menjaga relasi dengan pemerintah, termasuk Direktorat Lingkungan Hidup (LH) Bappenas. Direktorat ini bertanggung jawab dalam aspek kualitas lingkungan, perubahan iklim, keanekaragaman hayati, ekonomi sirkular, limbah, serta konservasi sumber daya alam.

Mirekel bersama Koalisi Generasi Hijau (KGH) melakukan audiensi dengan Direktorat LH Bappenas. KGH yang merupakan asosiasi penggerak ekonomi hijau di Indonesia mendorong kolaborasi antara pemerintah, profesional, akademisi, dan organisasi masyarakat. Audiensi ini diharapkan dapat memperkuat komitmen kolaborasi multi pihak antara pemerintah dengan praktisi ekonomi hijau dan ESG.

Baca Juga: Kolaborasi Lintas Sektor dalam Menanggapi Masalah Lingkungan

Bersama Anwar Muhammad Foundation (AMF), Mirekel banyak mengerjakan proyek pembangunan berkelanjutan yang menyejahterakan masyarakat. Dengan International Association for Public Participation (IAP2), Mirekel juga ikut dalam mengarusutamakan partisipasi publik dalam pengambilan kebijakan. Begitu pula dengan mitra KGH lainnya, Mirekel berkolaborasi untuk menyinergikan sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak.

Sumber: Dokumentasi Mirekel

Dalam menjawab kompleksitas tantangan masa kini, tidak ada satu pihak pun yang memiliki jawaban mutlak. Kolaborasi merupakan jawaban dalam membangun masa depan yang berkelanjutan. Melibatkan semua pihak tidak hanya meningkatkan kualitas keputusan, tetapi juga menciptakan dampak positif dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Masa depan berkelanjutan bukanlah tujuan yang dapat dicapai sendirian, tetapi merupakan perjalanan yang membutuhkan sinergi dan kontribusi dari berbagai peran.

Author

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *