Keterkaitan Environmental, Social, and Governance dengan Sustainable Development Goals (SDGs)

Keterkaitan Environmental, Social, and Governance dengan Sustainable Development Goals (SDGs)

ESG sebagai mana telah dijelaskan di atas adalah serangkaian standard untuk mengukur investasi yang berkelanjutan dalam memetakan dampak lingkungan, sosial, dan tata kelola. Pada prinsipnya, ESG menggunakan sudut pandang keberlanjutan, yaitu untuk menjaga dan mendayagunakan sumber daya agar tidak merugikan generasi yang akan datang. ESG yang muncul secara global pada tahun 2006, kemudian berjalan seiringan dengan ide besar tentang tujuan pembangunan berkelanjutan yang oleh PBB dituangkan dalam The 17th Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2015. SDGs yang berisikan tujuan, target, hingga indikator pembangunan yang berkelanjutan memetakan berbagai prinsip pembangunan ke dalam 17 tema dan digaungkan pada berbagai level pemerintah, mulai dari global, regional, nasional, hingga lokal.

Selayaknya peraturan skala global yang telah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia, SDGs telah dituangkan dalam Perpres No. 18 Tahun 2020 tentang RPJMN dan Perpres No. 59 Tahun 2017 Tentang Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Peraturan mengenai keberlanjutan didukung pula oleh penguatan kerangka investasi dan keuangan berkelanjutan sesuai arahan OJK dalam Roadmap Keuangan Berkelanjutan 2020-2024. Peraturan-Peraturan yang telah disebutkan berimplikasi pada upaya penanganan isu-isu sosial, lingkungan, dan tata kelola perusahaan yang baik sebagaimana mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan menyeluruh.

ESG dan SDGs dapat dituangkan salah satunya melalaui inisiatif pelaporan berkelanjutan oleh Global Reporting Initiatives (GRI). GRI adalah Organisasi non-Pemerintah Internasional yang mengembangkan dan menyebarkan Pedoman Pelaporan Keberlanjutan yang berlaku secara global. Panduan ini telah dikembangkan melalui proses multi-pemangku kepentingan yang mencakup partisipasi aktif organisasi bisnis, akuntansi, investasi, hak asasi manusia, penelitian, dan tenaga kerja dari seluruh dunia. Metodologi GRI tercakup dalam Standar GRI, kerangka pelaporan keberlanjutan yang paling banyak digunakan di dunia. Tujuannya adalah untuk membantu organisasi mengkomunikasikan dan mengukur dampak ESG/LST dan juga SDGs para perusahaan dengan cara yang sesuai dengan praktik dan standar berskala global, memahami risiko dan peluang, dan menginformasikan pengambilan keputusan strategis perusahaan.

Sumber: sustainometric.com

Leave a Reply