SDGs sebagai Fondasi Pembangunan Berkelanjutan Menuju 2030

PT. Mitra Rekayasa Keberlanjutan – Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan kerangka global pembangunan berkelanjutan yang menjadi acuan hingga tahun 2030. Ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), SDGs dirancang untuk merespons tantangan multidimensi, mulai dari kemiskinan dan ketimpangan sosial, hingga krisis iklim dan degradasi lingkungan dalam satu agenda pembangunan yang terintegrasi.

Berbeda dari Millennium Development Goals (MDGs), SDGs menekankan pendekatan yang lebih inklusif, terukur, dan kolaboratif, dengan melibatkan pemerintah, sektor swasta, masyarakat sipil, hingga komunitas global.

Apa Itu SDGs dan Mengapa Relevan?

SDGs sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan

Sumber: international-partnerships.ec.europa.eu

SDGs terdiri dari 17 tujuan dan 169 target yang mencakup dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Tujuan-tujuan ini tidak berdiri sendiri, melainkan saling terhubung dan saling memengaruhi. Pengentasan kemiskinan ekstrem (Goal 1), ketahanan pangan (Goal 2), kesehatan dan kesejahteraan (Goal 3), hingga penguatan kemitraan global (Goal 17) menjadi bagian dari satu ekosistem pembangunan berkelanjutan.

Di Indonesia, SDGs diarusutamakan ke dalam kebijakan nasional melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024 dan 2025–2029. Adaptasi ini memungkinkan target global diterjemahkan ke dalam konteks lokal, seperti penanganan stunting, transformasi digital, dan percepatan transisi energi.

SDGs sebagai Fondasi Pembangunan Berkelanjutan

Sumber: untar

SDGs berfungsi sebagai fondasi karena mengintegrasikan tiga pilar utama pembangunan berkelanjutan: People (sosial), Planet (lingkungan), dan Prosperity (ekonomi). Dimensi sosial tercermin dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan berkualitas (Goal 4) dan kesetaraan gender (Goal 5). Dimensi lingkungan menekankan urgensi aksi iklim (Goal 13) serta perlindungan ekosistem laut dan darat (Goal 14 dan 15).

Sementara itu, dimensi ekonomi difokuskan pada penciptaan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan melalui pekerjaan layak (Goal 8), industrialisasi yang bertanggung jawab, serta inovasi dan teknologi (Goal 9). Integrasi ketiga pilar ini memastikan pembangunan tidak dicapai dengan mengorbankan keberlanjutan jangka panjang.

Implementasi SDGs di Indonesia: Progres dan Dinamika

Sumber: ayosehat.kemkes.go.id

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menunjukkan progres pada sejumlah indikator SDGs. Penurunan angka kemiskinan, perluasan akses layanan sosial, serta penguatan kebijakan perlindungan lingkungan menjadi contoh kontribusi terhadap pencapaian Goal 1 dan Goal 15.

Program seperti Kartu Prakerja mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja dan relevan dengan Goal 8, sementara kebijakan moratorium hutan mencerminkan komitmen terhadap perlindungan keanekaragaman hayati. Di sisi lain, kesenjangan pembangunan antarwilayah dan meningkatnya risiko iklim masih menjadi tantangan struktural yang perlu ditangani secara sistemik.

ESG dan Peran Sektor Bisnis dalam Pencapaian SDGs

SDGs sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan

Sumber: ilotusland.com

Bagi sektor bisnis, pendekatan Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi jembatan strategis untuk mengonversi prinsip SDGs ke dalam praktik operasional yang terukur. ESG menyediakan indikator kinerja yang memungkinkan perusahaan berkontribusi langsung pada target SDGs, sekaligus meningkatkan transparansi dan daya saing.

Aspek Environmental ESG mendukung transisi energi dan mitigasi perubahan iklim (Goal 7 dan 13), sementara dimensi Social dan Governance berkontribusi pada pengurangan ketimpangan (Goal 10) serta penguatan institusi dan tata kelola (Goal 16). Di Indonesia, integrasi ESG oleh BUMN dan perusahaan swasta juga membuka akses terhadap pembiayaan hijau dan investasi berkelanjutan.

Tantangan dan Strategi Akselerasi Menuju 2030

Sumber: insideindonesia.org

Pencapaian SDGs menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, termasuk dampak pandemi, volatilitas ekonomi, dan krisis iklim. Kondisi ini berpengaruh langsung terhadap target ketahanan pangan, energi, dan aksi iklim.

Baca juga: Dekat Capai SDG 2? Mengukur Progres Indonesia dalam Menekan Stunting Anak

Untuk mengakselerasi capaian, diperlukan pemanfaatan teknologi digital dalam pemantauan dan evaluasi SDGs, seperti pengembangan dashboard data nasional yang terbuka dan terintegrasi. Selain itu, penguatan kemitraan internasional—termasuk melalui forum G20—serta peningkatan investasi berorientasi keberlanjutan menjadi kunci dalam menjaga momentum pencapaian target hingga 2030.

Kesimpulan

Sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan, SDGs menyediakan kerangka strategis yang relevan bagi Indonesia dalam menghadapi tantangan masa depan. Dengan integrasi kebijakan publik, inovasi teknologi, serta kolaborasi lintas sektor, SDGs tidak hanya menjadi agenda global, tetapi juga instrumen transformasi menuju pembangunan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Referensi

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. (2026, 10 Januari). Pemerintah tegaskan komitmen ESG untuk perkuat ekonomi berkelanjutan.

United Nations Development Programme. (2025, 30 November). Sustainable Development Goals.

Universitas Pendidikan Nasional. (2024, 1 Juli). SDG: Pengertian, tujuan dan sasaran.

Pajak.com. (2023, 17 November). Perbedaan SDGs dan ESG.

Pusat SDG Universitas Padjadjaran. (2020). Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia.

Localise SDGs Indonesia. (2019). Sustainable Development Goals.

Author

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *