Bagaimana Teknologi Memperkuat Upaya Perlindungan Satwa Liar di Era ESG

PT. Mitra Rekayasa Keberlanjutan – Perlindungan satwa liar semakin krusial di era Environmental, Social, and Governance (ESG), di mana keberlanjutan lingkungan menjadi prioritas global. Teknologi memainkan peran sentral dalam mengatasi tantangan konservasi, seperti pemantauan habitat luas di Indonesia, dengan cara inovatif dan efisien. Integrasi ini memperkuat ketiga pilar ESG yaitu lingkungan melalui pelestarian, sosial via partisipasi masyarakat, dan governance dengan transparansi data.
Teknologi Pemantauan dan Pelacakan Satwa Liar

Sumber: rekoforest
Pemantauan populasi satwa tanpa mengganggu habitat menjadi lebih mudah berkat kamera jebak berbasis AI, sensor gerak, dan drone. Kamera jebak otomatis mengidentifikasi spesies seperti trenggiling dan harimau Sumatra di Restorasi Ekosistem Riau (RER) Indonesia, merekam 52 spesies untuk data perilaku akurat. Drone dengan sensor termal seperti DJI Zenmuse H30T memetakan area sulit di Kalimantan, mendeteksi populasi bekantan secara real-time.
Big data dan machine learning menganalisis pola migrasi serta ancaman seperti perburuan liar, mendukung strategi konservasi tepat sasaran. Di Taman Nasional Batang Gadis, camera trap merekam 25 jenis satwa termasuk harimau, menghasilkan data untuk pengelolaan habitat efektif.
Penguatan Governance melalui Teknologi Digital

Sumber: researchgate
Tata kelola ESG menekankan transparansi dalam konservasi. Blockchain mencatat aliran dana dan aktivitas secara immutable (data yang sudah dicatat tidak bisa diedit, dihapus, atau diutak-atik sembarangan), mencegah penyalahgunaan dan membangun kepercayaan donatur. Kalung GPS pada harimau seperti Corina di RER memungkinkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melacak pergerakan untuk regulasi global. Platform digital memfasilitasi kolaborasi pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan masyarakat lokal, memastikan akuntabilitas program konservasi berkelanjutan.
Dampak Sosial Teknologi Konservasi

Sumber: profauna
Teknologi memperluas partisipasi masyarakat, memenuhi aspek sosial ESG. Aplikasi pelaporan online dan media sosial memungkinkan warga melaporkan perburuan atau kerusakan habitat cepat. Kampanye digital seperti penobatan satwa di Riau meningkatkan kesadaran ekologis komunitas.
eDNA sampling mendeteksi spesies dari sampel lingkungan, melibatkan masyarakat dalam pemantauan biodiversitas. Wildbook AI mengidentifikasi zebra dan whale shark, mendorong tracking populasi inklusif.
Contoh Teknologi yang Mendukung Perlindungan Satwa Liar

Sumber: natural solutions
- Artificial Intelligence (AI) digunakan untuk memproses gambar dan data yang dikumpulkan dari kamera jebak dan sensor lain secara otomatis. Teknologi ini mempercepat identifikasi spesies dan deteksi pola perilaku satwa yang penting untuk penelitian dan konservasi.
- Drone dan Remote Sensing membantu memetakan habitat yang luas dan sulit dijangkau, memantau kerusakan hutan, serta mendeteksi aktivitas ilegal seperti pembalakan liar dan perburuan. Remote sensing dari satelit juga mendukung pemantauan kondisi lingkungan dalam skala besar.
- Blockchain, teknologi ini meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pendanaan dan pelaporan konservasi, membangun kepercayaan dan mempermudah kolaborasi multi-pihak.
- Aplikasi Mobile dan Platform Digital sebagai Memfasilitasi pelaporan masyarakat dan penyebaran informasi edukasi tentang konservasi satwa liar dengan cepat dan luas.
Tantangan dan Peluang Ke Depan

Sumber: app co
Meski teknologi menawarkan banyak keuntungan, tantangan seperti keterbatasan akses teknologi di daerah terpencil, kebutuhan pelatihan bagi pengelola konservasi, dan sumber daya finansial tetap perlu diatasi. Namun, peluang kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta (termasuk perusahaan yang menerapkan ESG), akademisi, dan masyarakat menjadi fondasi yang kuat untuk memaksimalkan potensi teknologi dalam perlindungan satwa liar.
Baca juga: Hari Transportasi Berkelanjutan 2025: Kunci Menuju Mobilitas Hijau dan Tangguh
Pengembangan teknologi yang ramah lingkungan dan mudah diakses akan memperkuat kemampuan konservasi di masa depan. Pendekatan berbasis teknologi ini juga mendukung tujuan global dalam menjaga keanekaragaman hayati dan mencapai pembangunan berkelanjutan.
Kesimpulan
Dengan integrasi teknologi dalam kerangka ESG, upaya perlindungan satwa liar dapat ditingkatkan secara signifikan, memastikan kelangsungan hidup satwa dan keseimbangan ekosistem bagi generasi mendatang. Teknologi bukan hanya alat, melainkan kunci untuk mengatasi kompleksitas tantangan konservasi di era modern ini.
Referensi
F0S1F. (2025, March 5). Innovative approaches to environmental conservation in ESG strategies.
Halo Robotics. (2024, October 20). Surveillance drone untuk konservasi satwa liar.
Zanza Africa. (2024, August 16). How conservation technology protects wildlife.
Rekoforest. (2024, June 18). Peran inovasi digital dalam pelestarian satwa liar.
JIS Institute. Inovasi berkelanjutan: ESG initiatives untuk masa depan.






