Tata Kelola Pelayanan

Selama ini mirekel banyak membantu pemangku kepentingan swasta untuk menerapkan dan mengintegrasikan praktik social governance ke dalam proses bisnis di Indonesia.

Staf profesional MIREKEL secara kelembagaan berkontribusi pada perusahaan nasional dan multinasional untuk mengembangkan dan mengintegrasikan praktik bisnis ke dalam laporan keberlanjutan perusahaan sesuai dengan peraturan nasional dan ketaatan internasional yang mengacu pada The Equator Principles, World Bank Environmental and Social Framework (ESF), ADB Safeguard Policy, Global Reporting Initiative (GRI), dan peraturan pemerintah.

Dalam praktiknya terdapat 5 pendekatan MIREKEL dalam melakukan Tata Kelola Pelayanan kepada Klien termasuk :

  1. Co-Define
  2. Co-Create
  3. Co-Working
  4. Co-Impact
  5. Co-Share

Nilai Utama

Nilai-nilai yang diadopsi MIREKEL untuk menjalankan organisasi guna mencapai kontribusi terbaik antara lain:

  1. Integritas– staf MIREKEL harus mengedepankan kejujuran, menghindari korupsi dan manipulasi, serta memelihara kehormatan dan citra organisasi.
  2. Profesionalisme– Staf MIREKEL berkewajiban melaksanakan fungsinya secara profesional, yang memprioritaskan hal yang baik dan tepat serta berkomitmen hanya kepada kontribusi dan pekerjaan baik untuk perusahaan, klien, dan pemangku kepentingan.
  3. Tata Kelola Perusahaan yang Baik– MIREKEL menciptakan sebuah mekanisme yang mengatur hubungan antara manajemen dan pemangku kepentingan untuk menciptakan nilai tambah dan citra baik bagi pihak-pihak yang berkepentingan serta untuk meningkatkan kredibilitas dan akuntabilitas MIREKEL.
  4. Praktik Manajemen Terbaik– MIREKEL membuat standar operasional prosedur sebagai panduan pelaksanaan seluruh kegiatan operasional MIREKEL.
  5. Kolaborasi– MIREKEL menciptakan sebuah sistem kolaborasi yang partisipatif, baik secara internal maupun eksternal yang melibatkan para pemangku kepentingan. Sistem kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas staf dalam bekerja sama mencapai visi organisasi. Demikian juga sebagai upaya peningkatan produktivitas organisasi.

Segmentasi Pemangku Kepentingan

Mirekel memetakan para pemangku kepentingannya adalah semua perusahaan, korporasi dan lembaga milik pemerintah maupun swasta serta masyarakat yang kegiatan bisnisnya melekat kepada sektor pelestarian lingkungan dan stabilitas sosial. Setiap perusahaan, korporasi dan lembaga yang menerapkan tata kelola perusahaan dan proses kolaborasi strategis, juga merupakan para pemangku kepentingan yang sangat erperan keberadaannya bagi Mirekel.