Minyak Goreng Langka: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Fenomena antre mendapatkan minyak goreng kelapa sawit sering kita saksikan belakangan ini. Etalase toko yang biasa menjadi tempat minyak goreng kosong berhari-hari. Bagaikan produk limited edition, minyak goreng hanya tersedia pada waktu dalam jumlah tertentu saja.

Berbagai Faktor Mempengaruhi Harga Minyak Kelapa Sawit

Kenaikan harga minyak kelapa sawit di Indonesia dipengaruhi oleh kenaikan harga di pasar global. Selama tahun 2021, harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) internasional mengalami kenaikan sebesar lebih dari 36% dibandingkan pada tahun 2022. Hingga pada Januari 2022, masyarakat Indonesia menyaksikan sendiri lonjakan signifikan minyak kelapa sawit mencapai harga Rp15.000 setiap kg.

Kenaikan harga CPO yang terjadi disebabkan karena adanya ketidaksimbangan permintaan dan ketersediaan. Berdasarkan FAO, minyak nabati, termasuk minyak kelapa sawit mengalami kenaikan 4,2% dari bulan ke bulan. Padahal, pada Desember 2021 sempat mengalami penurunan. Ketidakseimbangan permintaan dan ketersediaan ini disebabkan oleh berbagai faktor.

Faktor yang pertama adalah pandemi covid-19 yang menyebabkan lockdown. Indonesia dan Malaysia merupakan negara penghasil CPO terbesar di dunia. Pandemi covid-19 menyebabkan pemberhentian banyak buruh tani kelapa sawit. Hal ini menyebabkan pengurangan produksi kelapa sawit mengingat pekerja yang ada terbatas.

Baca Juga : Harga LPG Naik: Coba Memasak dengan Bahan Bakar LFG 

Faktor kedua adalah cuaca yang buruk. Buruknya cuaca menyebabkan gangguan penanaman kelapa sawit. Beberapa daerah penghasil CPO di Malaysia dilanda banjir akibat cuaca buruk. Hal ini mempengaruhi produksi CPO dan komoditas lain seperti minyak kedelai. Ketersediaan minyak kelapa sawit dunia pun berkurang.

Alasan ketiga kenapa minyak kelapa sawit langka adalah karena pupuk yang biasa digunakan juga mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga disebabkan oleh pandemi covid-19 juga yang menyebabkan peningkatan harga kargo dan harga produksi. Peningkatan permintaan juga meningkatkan harga pupuk. Peningkatan harga pupuk selama 2021 mencapai angka 80%. Hal ini menjadikan petani kelapa sawit mengurangi penggunaan pupuk sehingga mengurangi pula produktivitas perkebunan sawit.

Sumber: Policy Brief | Oil Palm Productivity Remained Limited as the Price of Cooking Oil Soared in Indonesia (cips-indonesia.org)

Respon Pemerintah Terhadap Kenaikan Harga Minyak Kelapa Sawit

Mencegah kenaikan harga minyak kelapa sawit di kalangan masyarakat merupakan hal yang sedang diupayakan oleh pemerintah. Dana berjumlah besar tidak tanggung-tanggung digelontorkan untuk subsidi minyak sawit. Dana tersebut mencapai Rp7,6 triliun. Hal itu dilakukan untuk menjaga harga normal minyak kelapa sawit di pasar Indonesia meskipun harga CPO global mengalami lonjakan.

Namun, pemerintah juga melakukan Domestic Market Obligation (DMO). Hal ini berarti produsen minyak kelapa sawit Indonesia wajib memenuhi kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu. Upaya yang bisa dilakukan adalah dengan mengalokasikan 20% komoditas minyak sawit yang seharusnya diekspor ke dalam negeri.  

Baca Juga : Keterlibatan Partisipasi Setiap Pihak pada Isu Minyak Goreng 

Domestic Prize Obligation (DPO) juga dilakukan. Namun, DPO dinilai merugikan produsen minyak kelapa sawit. Hal ini karena harga minyak kelapa sawit ditetapkan rendah dibandingkan harga global. Padahal, pengeluaran untuk produksi masih tetap tinggi. Hal ini dapat mengarah ke pengurangan CPO karena petani tidak panen akibat tidak dapat menanggung biaya produksi.

Sumber: Palm Oil – Free photo on Pixabay

Bijak Sebagai Masyarakat di Tengah Kenaikan Harga Minyak Goreng

Harga minyak kelapa sawit yang kembali stabil adalah harapan masyarakat global. Maka, meskipun posisi orang awam dalam kasus global ini tidak terlalu signifikan, masyarakat harus tetap bijak. Kasus penimbunan minyak goreng tidak seharusnya terjadi. Penjualan minyak goreng dengan harga yang tidak masuk akal pun tidak sepatutnya dilakukan.

Baca Juga : Indonesia dalam Endemi: Bagaimana Pola Hidup Masyarakat? 

Sumber:

Author

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *